Aturan Memiliki Nama Kunyah – Amalan Ketika Bayi Lahir #11

Aturan Memiliki Nama Kunyah.

Aturan Memiliki Nama Kunyah.

Nama Kunyah

Sudahkah kamu punya nama kunyah? Apa itu? Coba deh pelajari, pasti kamu akan segera memilikinya. Ini bukan nama teroris, namun nama yang sesuai Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca Juga : Yang Digunakan Ketika Tahnik

Baca Juga : Haruskah Tahnik dari Orang Sholih?

Baca Juga : Anjuran dan Hukum Tahnik

Baca Juga : Menggundul Rambut Kepala Bayi Perempuan

Baca Juga : Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Baca Juga : Jumlah dan Jenis Hewan Aqiqah

Baca Juga : Aqiqah Bagi Si Bayi

Baca Juga : Menggundul Rambut Kepala Bayi di Hari Ketujuh

Baca Juga : Pemberian Nama Bayi Terbaik

Baca Juga : Tahnik Mengunyah Kurma Ke Mulut Bayi

Madzhab Syafi’i

Dalam madzhab Syafi’i, nama kunyah dianjurkan, yaitu nama dengan menggunakan kata depan Abu dan Ummu. Abu fulan, artinya bapaknya siapa. Ummu fulan, artinya ibunya siapa. Nama kunyah ternyata tidak khusus bagi orang yang sudah memiliki anak. Contoh nama kunyah: Abu Rumaysho atau Ummu Rumaysho.

Baca Juga : Cara Mandi Wajib Laki-Laki

Baca Juga : Cara Sholat Gerhana Matahari

Baca Juga : Cara Sholat Idul Adha

Baca Juga : Cara Sholat Dhuha

Baca Juga : Cara Sholat Taubat 

Baca Juga : Cara Dzikir pada Waktu Pagi

Baca Juga : Cara Dzikir pada Waktu Petang

Imam Nawawi

Berikut penjelasan dari Imam Nawawi rahimahullah:

  • Dibolehkan memiliki nama kunyah.
  • Disunnahkan bagi orang-orang yang mulia laki-laki maupun perempuan memiliki nama kunyah, baik memiliki anak ataukah tidak.
  • Boleh seseorang memiliki nama kunyah dari nama anaknya (misal nama anaknya: Abdullah, maka nama kunyah: Abu Abdullah, pen.). Atau bisa pula nama kunyah dari nama selain anak.
  • Bisa pula seseorang memiliki nama kunyah dengan Abu lalu diikuti nama laki-laki, atau bisa pula diikuti nama perempuan. Sama halnya dengan wanita boleh memiliki nama kunyah dengan Ummu lalu diikuti dengan nama laki-laki, atau bisa pula diikuti nama perempuan.
  • Bisa pula nama kunyah diikuti dengan nama selain manusia, seperti Abu Hurairah (Hurairah asalnya bermakna kucing, pen.), Abul Makarim, Abul Fadhail, Abul Mahasin dan selain itu.
  • Anak kecil pun boleh memiliki nama kunyah.
  • Jika seseorang memiliki nama kunyah yang diambil dari nama anak-anaknya, hendaklah memilih dari nama anak yang paling tua.
  • Boleh saja memanggil orang kafir atau orang fasik atau ahli bid’ah dengan nama kunyahnya jika memang tidak diketahui nama panggilan selain itu atau khawatir bahaya jika menyebut nama aslinya. Jika bukan maksud seperti itu, maka orang semacam tadi cukup dipanggil dengan nama aslinya (bukan nama kunyah, karena kunyah asalnya untuk orang mulia saja, pen.).
  • Hadits-hadits shahih telah membicarakan seperti yang aku sebut di atas. Adapun hadits yang membicarakan tentang kunyah begitu tersohor dari berbagai hadits yang tidak sampai mutawatir (baca: hadits ahad). (Al-Majmu’, 8: 254-255)

Baca Juga : Cara Buka Puasa yang Benar

Baca Juga : Cara Sholat Tarawih yang Benar

Baca Juga : Cara Sholat Witir yang Benar

Baca Juga : Cara Doa Setelah Witir

Baca Juga : Cara Pilih Imam Sholat

Baca Juga : Cara Sholat Nabi Muhammad Lengkap

Baca Juga : Cara Dzikir Setelah Sholat

Baca Juga : Cara Sholat Sunnah Rawatib

Baca Juga : Cara Wudhu Sesuai Sunnah Nabi Muhammad Lengkap

Baca Juga : Cara Wudhu Bagi Orang Sakit

Baca Juga : Cara Tayamum yang Benar

Aturan Memiliki Nama Kunyah.

Sumber : Rumaysho. Yang di tulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal.

Disimpan di website ini untuk pengingat diri sendiri.

Semangatin carabila.com yuk dengan cara share tulisan ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *