Menu
Situs Panduan dan Solusi Terkini

Bantuan Oksigen ke Solo dari Luhut hingga Singapura: Cepat Sekali Datangnya!

  • Share
banner 468x60

Solo

banner 336x280

Bantuan oksigen lanjut mengalir ke Kota Solo. Selain donasi oksigen tabung dari sebuah situs elektronik komersial nan berpusat di Singapura, donasi instrumen konsentrator oksigen juga datang dari Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves).

Hari ini, dua jenis donasi itu tiba di Solo. Bantuan dari kementerian ketua Luhut Binsar Panjaitan itu datang sebanyak 150 unit dan diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih.

“Ini sigap sekali, kemarin malam staf khususnya Pak Menko (Luhut) ke Solo dan hari ini alatnya sudah tiba sini. Langsung didistribusikan dan segera dimanfaatkan,” kata Siti Wahyuningsih, Sabtu (24/7/2021).

Menurutnya, instrumen konsentrator oksigen ini mempunyai kegunaan nan sama dengan oksigen tabung maupun oksigen likuid. Namun, kata beliau, biaya penggunaan oksigen memperoleh lebih irit dengan menggunakan instrumen tersebut.

“Fungsinya sama. Sama-sama oksigen. Tapi langkah kerjanya nan beda. Ini lebih irit katanya,” ujar beliau.

150 unit konsentrator oksigen itu akan dibagi ke 15 griya sakit secara proporsional. Selain Kota Solo, instrumen tersebut juga dibagikan ke daerah lain.

“Ini kita bagi ke griya sakit. Tempat isolasi terpusat juga membutuhkan. Oksigen ini selain (dikirim ke) Solo, saya lihat juga dikirim ke Yogyakarta, Ngawi dan Bali,” ungkapnya.

Tabung oksigen donasi buat SoloTabung oksigen donasi buat Solo. (Foto: Dok Pemkot Solo)

Setelah kedatangan konsentrator oksigen, Pemkot Solo juga menerima oksigen tabung dari Shopee Singapura. Bantuan dari Shopee ini merupakan kedua kalinya setelah pengiriman pekan lampau nan berjumlah 14 ton.

“Hari ini eksis 14 ton lagi, Tadi eksis keterlambatan pesawat, karena mendarat di Batam dulu jadi agak mundur,” kata beliau.

Ning mengatakan adanya donasi oksigen tersebut sangat membantu meskipun kebutuhan oksigen di Solo sebetulnya tetap jauh lebih akbar. Sebab jumlah pasien di Solo sangat akbar karena menjadi rujukan dari daerah lain.

“14 ton itu di Solo itu nggak cukup. Sehari kebutuhannya 50 ton. Tapi dengan tabung ini sangat membantu. Karena kalau RS nan tak punya likuid, andalannya tabung,” tutupnya.

(bai/mbr)

Referensi: news.detak.com

banner 336x280
banner 120x600
  • Share