Cara Sholat Tahajud

Cara Sholat Tahajud
Img : Pixabay

Cara Sholat Tahajud – Bismillah. Bagaimana Cara Sholat Tahajud? Berikut adalah Cara Sholat Tahajud ya manheman. Lanjut baca ya.

Sholat Tahajud, Setelah Bangun Tidur

Sholat malam (qiyamul lail) biasa disebut juga dengan sholat tahajud.

Mayoritas pakar fiqih mengatakan bahwa sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dilakukan di malam hari secara umum setelah bangun tidur.

Keutamaan Sholat Tahajud

Sifat Orang Bertaqwa

Sholat tahajud adalah sifat orang bertakwa dan calon penghuni surga.

Allah Ta’ala berfirman,

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz Dzariyat: 15-18).

Al Hasan Al Bashri mengatakan mengenai ayat ini, “Mereka bersengaja melaksanakan qiyamul lail (sholat tahajud). Di malam hari, mereka hanya tidur sedikit saja. Mereka menghidupkan malam hingga sahur (menjelang shubuh). Dan mereka pun banyak beristighfar di waktu sahur.”

Tidak Sama Antara Orang yang Sholat Malam dan yang Tidak

Allah Ta’ala berfirman, “(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. ” (QS. Az Zumar: 9).

Yang dimaksud qunut dalam ayat ini bukan hanya berdiri, namun juga disertai dengan khusu’.

Salah satu maksud ayat ini, “Apakah sama antara orang yang berdiri untuk beribadah (di waktu malam) dengan orang yang tidak demikian?!” Jawabannya, tentu saja tidak sama.

Baca Juga : Cara Sholat Dhuha

Baca Juga : Cara Sholat Taubat 

Baca Juga : Cara Dzikir pada Waktu Pagi

Baca Juga : Cara Dzikir pada Waktu Petang

Sholat Tahajud adalah Sebaik-baik Sholat Sunnah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah –Muharram-. Sebaik-baik sholat setelah sholat wajib adalah sholat malam.”

An Nawawi –rahimahullah– mengatakan, “Ini adalah dalil dari kesepakatan ulama bahwa sholat sunnah di malam hari lebih baik dari sholat sunnah di siang hari.

Ini juga adalah dalil bagi ulama Syafi’iyah (yang satu madzhab dengan kami) di antaranya Abu Ishaq Al Maruzi dan yang sepaham dengannya, bahwa sholat malam lebih baik dari sholat sunnah rawatib.

Sebagian ulama Syafi’iyah yang lain berpendapat bahwa sholat sunnah rawatib lebih afdhol (lebih utama) dari sholat malam karena kemiripannya dengan sholat wajib.

Namun pendapat pertama tetap lebih kuat dan sesuai dengan hadits. 

Wallahu a’lam.

Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Waktu tahajud di malam hari adalah sebaik-baik waktu pelaksanaan sholat sunnah. Ketika itu hamba semakin dekat dengan Rabbnya. Waktu tersebut adalah saat dibukakannya pintu langit dan terijabahinya (terkabulnya) do’a. Saat itu adalah waktu untuk mengemukakan berbagai macam hajat kepada Allah.”

‘Amr bin Al ‘Ash mengatakan, “Satu raka’at sholat sunnah di malam hari lebih baik dari 10 raka’at sholat sunnah di siang hari.” Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Dunya.

Ibnu Rajab mengatakan, “Di sini ‘Amr bin Al ‘Ash membedakan antara sholat malam dan sholat di siang hari. Sholat malam lebih mudah dilakukan sembunyi-sembunyi dan lebih mudah mengantarkan pada keikhlasan.”

Inilah sebabnya para ulama lebih menyukai sholat malam karena amalannya yang jarang diketahui orang lain.

Sholat Tahajud adalah Kebiasaan Orang Sholih.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaklah kalian melaksanakan qiyamul lail (sholat malam) karena sholat malam adalah kebiasaan orang sholih sebelum kalian dan membuat kalian lebih dekat pada Allah. Sholat malam dapat menghapuskan kesalahan dan dosa. ”

Sebaik-baik Orang adalah yang Melaksanakan Sholat Tahajud.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan mengenai ‘Abdullah bin ‘Umar, “Sebaik-baik orang adalah ‘Abdullah (maksudnya Ibnu ‘Umar) seandainya ia mau melaksanakan sholat malam.” Salim mengatakan, “Setelah dikatakan seperti ini, Abdullah bin ‘Umar tidak pernah lagi tidur di waktu malam kecuali sedikit.”

Baca Juga : Cara Mandi Wajib Laki-Laki

Baca Juga : Cara Sholat Gerhana Matahari

Baca Juga : Cara Sholat Idul Adha

Waktu Sholat Tahajud

Sholat tahajud boleh dikerjakan di awal, pertengahan atau akhir malam.

Ini semua pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebagaimana Anas bin Malik -pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam– mengatakan, “Tidaklah kami bangun agar ingin melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam hari mengerjakan sholat kecuali pasti kami melihatnya. Dan tidaklah kami bangun melihat beliau dalam keadaan tidur kecuali pasti kami melihatnya pula.

Ibnu Hajar menjelaskan, “Sesungguhnya waktu sholat malam dan tidur yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbeda-beda setiap malamnya. Beliau tidak menetapkan waktu tertentu untuk sholat. Namun beliau mengerjakannya sesuai keadaan yang mudah bagi beliau.

Baca Juga : Cara Buka Puasa yang Benar

Baca Juga : Cara Sholat Tarawih yang Benar

Baca Juga : Cara Sholat Witir yang Benar

Baca Juga : Cara Doa Setelah Witir

Baca Juga : Cara Pilih Imam Sholat

Waktu Utama untuk Sholat Tahajud

Waktu utama untuk sholat malam adalah di akhir malam.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rabb kami -Tabaroka wa Ta’ala- akan turun setiap malamnya ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Allah berfirman, “Siapa yang memanjatkan do’a pada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang memohon kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang meminta ampun pada-Ku, Aku akan memberikan ampunan untuknya”.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya puasa yang paling dicintai di sisi Allah adalah puasa Daud dan sholat yang dicintai Allah adalah sholatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Beliau biasa tidur di separuh malam dan bangun tidur pada sepertiga malam terakhir. Lalu beliau tidur kembali pada seperenam malam terakhir. Nabi Daud biasa sehari berpuasa dan keesokan harinya tidak berpuasa.

‘Aisyah pernah ditanyakan mengenai sholat malam yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

‘Aisyah menjawab, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidur di awal malam, lalu beliau bangun di akhir malam. Kemudian beliau melaksanakan sholat, lalu beliau kembali lagi ke tempat tidurnya. Jika terdengar suara muadzin, barulah beliau bangun kembali. Jika memiliki hajat, beliau mandi. Dan jika tidak, beliau berwudhu lalu segera keluar (ke masjid).

Baca Juga : Cara Sholat Nabi Muhammad Lengkap

Baca Juga : Cara Dzikir Setelah Sholat

Baca Juga : Cara Sholat Sunnah Rawatib

Jumlah Raka’at Sholat Tahajud

Jumlah raka’at sholat tahajud yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 11 atau 13 raka’at.

Dan inilah yang menjadi pilihan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

‘Aisyah mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah sholat malam di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari 11 raka’at. Beliau melakukan sholat empat raka’at, maka jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melakukan sholat empat raka’at lagi dan jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melakukan sholat tiga raka’at.

Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan sholat malam 13 raka’at. 

Zaid bin Kholid Al Juhani mengatakan, “Aku pernah memperhatikan sholat malam yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pun melaksanakan 2 raka’at ringan. Kemudian setelah itu beliau laksanakan 2 raka’at yang panjang-panjang. Kemudian beliau lakukan sholat 2 raka’at yang lebih ringan dari sebelumnya. Kemudian beliau lakukan sholat 2 raka’at lagi yang lebih ringan dari sebelumnya. Beliau pun lakukan sholat 2 raka’at yang lebih ringan dari sebelumnya. Kemudian beliau lakukan sholat 2 raka’at lagi yang lebih ringan dari sebelumnya. Lalu terakhir beliau berwitir sehingga jadilah beliau laksanakan sholat malam ketika itu 13 raka’at.” 

Ini berarti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan witir dengan 1 raka’at.

Dari sini menunjukkan bahwa disunnahkan sebelum sholat malam, dibuka dengan 2 raka’at ringan terlebih dahulu.

‘Aisyah mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika hendak melaksanakan sholat malam, beliau buka terlebih dahulu dengan melaksanakan sholat dua rak’at yang ringan.”

Demikian Cara Sholat Tahajud ya manheman.

Sumber : Rumaysho

Baca Juga : Cara Wudhu Sesuai Sunnah Nabi Muhammad Lengkap

Baca Juga : Cara Wudhu Bagi Orang Sakit

Baca Juga : Cara Tayamum yang Benar

Semangatin carabila.com yuk dengan cara share tulisan ini.

Follow juga yuk instagram @cara.bila.

Ringkasan
Cara Sholat Tahajud
Nama Artikel
Cara Sholat Tahajud

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *