Cara Wudhu Sesuai Sunnah Nabi Muhammad Lengkap

Img : pixabay.com

Cara Wudhu Sesuai Sunnah Nabi Lengkap – Bismillah. Nah, wudhu qelean udah benar belum nih? Kalo belum, berikut adalah Cara Wudhu Sesuai Sunnah Nabi Lengkap :

Niat

Yaiyalah niat. Semua dilakukan kudu berdasarkan niat. Nah jadi, ketika akan berwudhu, berniat wudhu dengan hati lalu mengucapkan :

بِسْمِ اللّهِ
Artinya : “Dengan menyebut asma Allah.”

Hal tersebut berlandaskan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam :
Tidak sah wudhunya orang yang tidak menyebut asma Allah.” (HR. Ahmad dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’ no.81).

Selanjutnya, disunnahkan untuk mencuci kedua tangan 3x sebelum mulai wudhu.

Kumur

Nah, setelah itu berkumur-kumur. Jadi masukan air kedalam mulut, lalu putar-putar air dalam mulut, lalu keluarkan airnya. Bukan diminum ya!

Baca Juga : Cara Wudhu Bagi Orang Sakit

Istinsyaq + Istinsyar

Istinsyaq adalah menghirup air, seperti bernafas melalui hidung. Sedangkan Istinsyar adalah menyemburkan atau mengeluarkan air melalui hidung juga.

Sakit? Kalo belum terbiasa iya. Kalo Bila sebulan udah ga nyilu lagi.

Disunnahkan beristinsyaq sekuat mungkin. Kecuali kalo qelean lagi berpuasa ya. Karena dikhawatirkan air akan masuk ke dalam rongga perut qelean.

Nah, hal tersebut berlandaskan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam :
Bersungguh-sungguhlah kamu dalam beristinsyaq, kecuali jika kamu sedang berpuasa.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani dalam shahih sunan abi dawud no.629).

Basuh Wajah

Nah, setelah itu, basuh wajah. Batasan wajah yakni, panjangnya dari tempat tumbuhnya rambut kepala hingga dagu dimana jenggot berada.

Dan lebarnya yakni area dari telinga yang satu ke telinga yang satunya lagi.

Nah, untuk rambut yang berada di area wajah, apabila tipis, maka wajib dibasuh ya. Hingga bagian kulit di akar rambutnya qelean.

Apabila rambut qelean tebal, maka yang wajib dibasuh yakni bagian luarnya aja.

Akan tetapi, disunnahkan untuk untuk menyela-nyela dengan jari-jemari. (Maaf ya contohnya laki-laki. Perempuan tinggal mengikuti aja).

Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam sendiri, dulu biasa menyela-nyela jenggotnya (yang tebal) dalam wudhunya. (Lihat : HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani dalam shahih sunan abi dawud no.92).

Baca Juga : Cara Mandi Wajib / Janabah Sesuai Urutannya

Basuh Kedua Tangan Sampai Siku

Setelah itu, yakni, basuh kedua tangan, termasuk kedua siku.

Karena hal ini berdasarkan firman Allah :
Dan kedua tangan kalian sampai siku.” (Qs. Al Ma’idah : 6).

Mengusap Kepala

Nah setelah itu yakni, mengusap kepala termasuk dua telinga dengan sekali usap ya.

Tentunya dimulai dari bagian depan kepala ya!

Nah lalu, kedua telapak tangan digerakan mundur sampai ke bagian belakang kepala.

Lalu, dikembalikan ke bagian depan juga dengan sekali usapan aja.

Setelah itulah, mengusap dua telinga dengan sisa air yang masih melekat di kedua tangan setelah digunakan untuk mengusap kepala sebelumnya.

Mengusap telinga dari bawah ke atas ya. Kaya lagi di jewer hehe.

Mengusap Kedua Kaki dan Kedua Mata Kaki

Lalu, mengusap kedua kaki, termasuk kedua mata kaki.

Hal ini berdasarkan firman Allah :
Dan dua kaki kalian sampai dua mata kaki.” (Al Ma’idah : 6).

Ohiya, catatan, mata kaki merupakan tulang yang menonjol di betis bagian bawah.

Jadi, diwajibkan ya untuk membasuh keduanya bersamaan dengan kaki.

Jadi, apabila kaki atau tangan ada yang terputus, maka dari itu, qelann tetap diharuskan untuk membasuh bagian sisanya yang diwajibkan untuk dibasuh.

Apabila kaki atau tangan terputus seluruhnya, maka bagian ujung wajib dibasuh.

Baca Juga : Cara Sholat Sunnah Rawatib

Mengucapkan Doa Sesudah Wudhu

Nah, sudah dipenghujung nih. Jadi, setelah selesai wudhu, mengucapkan doa berikut :

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Artinya : “Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku hamba yang bertaubat dan jadikanlah aku sebagai orang yang bersuci.” (Kalimat pertama dikeluarkan oleh Muslim. Kalimat kedua dikeluarkan oleh At-Tirmidzi. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Irwa Al-Ghalil no. 96).

Berwudhu Sesuai Urutan

Jadi nih ya, wajib banget lho bagi orang-orang yang berwudhu supaya membasuh setiap anggota tubuhnya yang wajib dibasuh secara berurutan.

Jadi, qelean ga boleh menunda-nunda membasuh salah satu anggota tubuh sehingga angggota tubuh yang dibasuh sebelumnya mengering.

Akan tetapi qelean dibolehkan mengeringkan (mengelap dengain kain) semua anggota wudhu setelah selesai berwudhu secara sempurna ya!

Sunnah Wudhu yang Dianjurkan

  • Bagi setiap muslim, disunnah untuk bersiwak setiap kali berwudhu. Yakni sebelum mulai berwudhu. Hal tersebut berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam :
    Seandainya aku tidak khawatir akan memberatkan umatku, pasti aku telah menyuruh mereka supaya bersiwak setiap kali berwudhu.” (Ahmad. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Irwa Al-Ghalil no. 70).
  • Bagi setiap muslim disunnahkan mencuci kedua telapak tangan 3x sebelum memulai berwudhu.
  • Disunnahkan bersungguh-sungguh dalam beristinsyaq.
  • Disunnahkan bagi setiap muslim ketika membasuh wajah, juga menyela-nyela jenggot apabila lebat.
  • Disunnahkan ketika menyela-nyela kedua tangan dan kaki, jari-jari qelan juga selai ya. “Sela-selailah jari-jarimu“. (HR. Abu Dawud).
  • Disunnahkan, selama berwudhu tuh mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan, lalu yang kiri.
  • Disunnahkan untuk membasuk semua anggota tubuh 2x atau 3x. Akan tetapi jangan lebih dari 3x ya.
  • Disunnahkan jangan sampai berlebihan (Israf) dalam memakai air wudhu. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melebihi, sungguh dia telah berbuat salah dan zholim.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 123).

Baca Juga : Cara Tayamum yang Benar

Pembatal Wudhu

  • Mengeluarkan sesuatu dari 2 jalan. Yakni dubur dan qubul.
  • Tercium bau yang keluar dari dubur atau kentut.
  • Hilangnya kesadaran. Seperti pingsan, mabuk, tidur yang pulas.
  • Menyentuh kemaluan dengan syahwat. “Barangsiapa menyentuh kemaluan (dengan syahwat) hendaklah dia mengulangi berwudhu“. (Ibnu Majah).
  • Memakan daging unta. ” Apakah akau harus berwudhu setelah memakan daging unta? Beliau menjawab, Ya“. (HR.Muslim).

Baca Juga : Cara Sholat Nabi Muhammad Lengkap

Hal yang Diharamkan bagi Orang yang Berhadats

  • Menyentuh mushaf. “Tidak boleh menyentuh Al Qur’an, kecuali orang-orang yang suci“. (Ad-Daruquthni).
  • Sholat. “Allah tidak akan menerima sholatnya orang yang tidak berwudhu“. (HR. Muslim).
  • Thawaf. “Thawaf disekitar Ka’bah itu termasuk sholat”. (At-Tirmidzi). ” Beliau juga berwudhu sebelum thawaf”. (Muttaqaf’laih).

Sumber : Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin. Tata Cara Wudhu Nabi Muhammad. 2017. Pustaka Arafah. Solo.

Semangatin carabila.com yuk dengan cara share tulisan ini.

Follow juga yuk instagram @cara.bila.

Ringkasan
Cara Wudhu Sesuai Sunnah Nabi Muhammad Lengkap
Nama Artikel
Cara Wudhu Sesuai Sunnah Nabi Muhammad Lengkap
Deskripsi
Cara Wudhu Sesuai Sunnah Nabi Lengkap - Bismillah. Nah, wudhu qelean udah benar belum nih? Kalo belum, berikut adalah Cara Wudhu Sesuai Sunnah Nabi Lengkap
Penulis
Nama Penerbit
carabila.com
Logo Penerbit