Menu
Situs Panduan dan Solusi Terkini

Dugaan Peretasan BRI Life, Data Pribadi Nasabah nan Bocor Sangat Lengkap Termasuk Polis

  • Share
banner 468x60

Carabila.com – Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC Doktor Pratama Persadha mengatakan data-data pribadi dalam kasus dugaan peretasan BRI Life sangat komplit.

banner 336x280

Seperti diwartakan sebelumnya, sebuah perusahaan keamanan siber usul Israel, Hudson Rock mengungkap telah terjadi peretasan terhadap perusahaan asuransi BRI Life. Data milik 2 juta nasabah kini dijual di lembaga online.

Pratama, kepada Antara, mengatakan dari sampel nan diunggah ke lembaga online oleh penjual, terlihat bahwa datanya sangat komplit mulai dari data mutasi rekening, bukti trasnfer setoran asuransi, KTP, eksis juga tangkapan layar perbicangan WA nasabah dengan pegawai BRI Life, arsip pendaftaran asuransi, KK, beberapa formulir pernyataan diri dan kesanggupan, bahkan komplit dengan polis asuransi jiwa.

Data-data itu juga mengandung pin polis asuransi (sha1), detail komplit tentang pelanggan nan menggunakan Asuransi BRI Life, total faedah, dan total periode tahun.

Baca Juga:
Selidiki Dugaan Kebocoran Data BRI Life, Menteri Kominfo Gandeng BSSN dan Polri

Ia mengatakan eksis 463.519 file arsip dengan ukuran mencapai 252 GB dan eksis file database berisi 2 juta nasabah BRI Life berukuran 410 MB. Untuk sampel sendiri nan diberikan berukuran 2,5 GB berisi banyak file arsip.

“Artinya, dari klaim Hudson Rock sebagai pihak nan menginformasikan kebocoran maupun pelaku penjual data, kemungkinan akbar benar. Bahwa data nan mereka klaim tersebut memang berisi berbagai data dari nasabah BRI Life,” katanya.

Bila diperhatikan dari tangkapan layar nan dibagikan Hudson Rock, kata Pratama, data jernih diambil karena pembobolan situs. Hal ini memperoleh dilihat bagaimana situs-situs BRI Life disebutkan, bahkan beserta username atau akun login, password, dan IP.

“Dalam screenshot atau tangkapan layar nan dibagikan, terlihat banyak domain dan subdomain dari BRI nan datanya diambil,” kata dosen pascasarjana pada Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) ini.

Pada saat dicek di RaidForums (loka pengumpul data hasil kebocoran database), lanjut Pratama, eksis akun bernama Reckt sempat mengunggah (upload) sampel data nan beliau jual namun beberapa saat kemudian dihapus.

Baca Juga:
BRI Life Gandeng Tim Independen buat Selidiki Dugaan Peretasan

Pratama memandang perlu dilakukan penyelidikan forensik digital buat mengetahui celah keamanan mana nan dipakai buat menerobos sistem BRI Life.

Adapun kasus BRI Life ini tengah diselidiki oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Bareskrim Polri juga mengatakan akan memeriksa kasus nan sama. Kominfo kabarnya akan menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara.



Referensi: www.bunyi.com

banner 336x280
banner 120x600
  • Share