Menu
Situs Panduan dan Solusi Terkini

Facebook dan YouTube Dituduh Dalang Penyebaran Misinformasi Covid-19

  • Share
banner 468x60

Carabila.com – Gedung Putih atau Pemerintah Amerika Serikat menuduh YouTube dan Facebook sebagai platform media sosial nan bertanggung jawab atas penyebaran misinformasi vaksin Covid-19.

banner 336x280

Kritik ini muncul setelah beberapa masa lampau Joe Biden, menyebut Facebook sebagai pembunuh karena gagal menangani penyebaran misinformasi vaksin Covid-19, meskipun pada akhirnya ia meralat ucapannya.

Hal ini dilontarkan oleh pejabat senior pemerintah anonim di Gedung Putih. Ia mengatakan YouTube dan Facebook tak konsisten dalam menangani misinformasi ini.

Ia menganggap Facebook dan YouTube semestinya memperoleh mengatasi misinformasi nan beredar di platformnya. Namun, ia menilai kinerja keduanya tak memuaskan.

Baca Juga:
Paparkan Visi, Zuckerberg Ungkap Gambaran Facebook di Masa Depan

“Facebook dan YouTube ialah hakim, juri, dan eksekutor terkait apa nan terjadi di platform mereka. Mereka harus memperoleh menilai pekerjaan griya mereka sendiri,” kata pejabat Gedung Putih, dikutip dari NDTV, Selasa (27/7/2021).

Ia memaparkan, beberapa misinformasi nan diperangi pemerintah Biden di media sosial seperti vaksin Covid-19 nan tak efektif.

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden. [Saul Loeb/AFP]
Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden. [Saul Loeb/AFP]

Termasuk soal klaim imitasi nan menyebut adanya microchip dalam vaksin, hingga vaksin nan memengaruhi kesuburan wanita.

Selain itu, mereka juga menyorot laporan dari Center for Countering Digital Hate (CCDH).

Perusahaan tersebut menyatakan, 12 akun anti vaksin menyebarkan nyaris dua per tiga misinformasi nan tersebar di media online.

Baca Juga:
Facebook Luncurkan Game Cloud ke iPhone dan iPad Apple

Bahkan, enam dari akun tersebut tetap aktif mengunggah di YouTube.



Referensi: www.bunyi.com

banner 336x280
banner 120x600
  • Share