Menu
Situs Panduan dan Solusi Terkini

Fitur Baru Zenius Bantu Siswa Lebih Produktif dalam Pembelajaran

  • Share
banner 468x60

loading…

banner 336x280

Tren baru pembelajaran adaptif mempunyai kemampuan buat menyesuaikan kemampuan masing-masing anak. Foto/IST

JAKARTA – Mayoritas kegiatan belajar mengajar di Indonesia tetap menggunakan model standar nan menyamaratakan materi dan pelatihan buat seluruh siswa nan eksis di kelas. Padahal kemampuan dan talenta siswa berbeda esa sama lain.

Akibatnya, banyak bibit unggul nan kurang berkesempatan memaksimalkan potensinya. Sementara siswa nan tertinggal menjadi kesulitan dan tak termotivasi buat memahami materi dengan bagus.

Untuk mengatasi learning gap tersebut, kini muncul tren baru dalam bumi pendidikan nan mulai diadopsi secara luas, merupakan sistem pembelajaran adaptif (adaptive learning). Metode ini memungkinkan materi pelajaran dipersonalisasi atau dirancang spesifik sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa.

Umumnya, model ini mengandalkan teknologi berbasis web, di mana siswa diminta buat mengerjakan soal-soal terlebih dahulu. Lalu materi akan dihadirkan menggunakan machine learning nan akan melatih dan menilai kemampuan siswa buat menentukan penyajian soal-soal dan materi berikutnya.

Baca juga : Jangan Sembarangan Beli APAR Agar Kebakaran Mobil Tidak Makin Membesar

Sistem pembelajaran adaptif memperoleh menjadi solusi bagi masa ambang pendidikan Indonesia. Menggunakan donasi algoritma kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), setiap siswa difasilitasi buat belajar sesuai dengan kecepatan dan kemampuan masing-masing, serta mendapatkan umpan balik nan lebih relevan agar mereka memperoleh mengetahui area-area kelemahan dan kekuatannya.

Di saat nan sama, penerapan pembelajaran adaptif memperoleh mempermudah guru buat memantau siswa mana nan membutuhkan donasi, mengukur efektivitas kurikulum nan telah dibuat, serta memaksimalkan hasil belajar.

Sebagai pionir di bidang teknologi edukasi (edtech), Zeniusmenjadi edtech pertama di sektor K12 nan mengadopsi metode pembelajaran adaptif sejak awal Juli 2021 melalui fitur terbarunya, ZenCore. Fitur menyediakan materi dan pelatihan adaptif guna mengembangkan keterampilan fundamental pengguna.

Di dalamnya terdapat dua fitur primer, adalah CorePractice, loka latihan dengan ratusan ribu soal latihan dari 3 unit konsentrasi primer seperti logika verbal, matematika, dan Bahasa Inggris. Sementara CoreInsight, loka nan menyediakan berbagai pengetahuan nan insightful seperti filsafat, basic sciences, big history, memperoleh digunakan buat mendukung dan memperluas wawasan dan pandangperspektif pandang pengguna.

Baca juga : Wisata ke Luar Angkasa, dari Crazy Rich, oleh Crazy Rich, buat Crazy Rich

“Selama pandemi, kami memandang adopsi teknologi secara keseluruhan di sektor pendidikan meningkat signifikan, bagus di kalangan guru, orang uzur dan siswa. Karena itu, ini merupakan momentum pas buat menghadirkan sistem pembelajaran adaptif dengan ZenCore,” kata Sabda PS, Founder dan Chief Education Officer Zenius.

Dirinya optimistis penggunaan teknik pembelajaran adaptif memperoleh menjadi stimulus positif dalam sistem pendidikan Indonesia. Ke depannya akan banyak pemeran lain nan ikut mengadopsi sistem ini buat merangsang minat dan motivasi belajar siswa.

Tidak hanya bagi siswa atau umur pelajar, sistem pembelajaran adaptif juga efektif bagi seluruh orang nan mau mempelajari sesuatu. Sebagai contoh, organisasi non-profit Elearning Industry menerapkan program pembelajaran adaptif online di Belanda dan Polandia, spesifik buat penduduk berusia lebih dari 50 tahun nan mau belajar. Partisipan kemudian mengisi survei di akhir program, dan 60% di antara mereka mengaku bahwa metode baru ini sangat menarik buat dicoba dan merasa bahwa konten nan mereka pelajari/kerjakan lebih sesuai dengan level kemampuan serta kebutuhan mereka.

Referensi: tekno.sindonews.com

banner 336x280
banner 120x600
  • Share