Menu
Situs Panduan dan Solusi Terkini

Ini Temuan Terbaru Terkait Kebocoran Data BRI Life : Carabila techno

  • Share
banner 468x60

RUPANYA eksis 2 juta data nasabah dan 400 ribu arsip perusahaan BRI Life dikabarkan rembes dan dijual di internet oleh hacker.

banner 336x280

Hal ini tentu saja membikin heboh bumi maya. Karena bukan esa atau dua kali data konsumen rembes secara masif, dan bahkan diduga diperjualbelikan di pasar gelap.

 data rembes

Lewat keterangan tertulisnya, BRI Life mengaku lanjut berikhtiar maksimal buat melindungi data pemegang polis melalui penerapan tata kelola teknologi informasi dan tata kelola data sesuai ketentuan dan standar serta peraturan perundang-undangan nan beraksi.

Akibat peristiwa ini, Kementerian Kominfo sudah melakukan pemanggilan terhadap Direksi PT Asuransi BRI Life (BRI Life) sebagai pengelola data pribadi nan diduga rembes sebagai bagian dari proses penyelidikan pada Rabu, 28 Juli 2021 pukul 14.00 WIB.

Pemanggilan ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP 71/2019). Nah, berikut ialah fakta-fakta terbaru nan ditemukan:

a. Ada dugaan adanya celah keamanan dalam sistem elektronik BRI Life nan disalahgunakan oleh pihak-pihak nan tak bertanggung jawab.

b. BRI Life telah mengambil langkah responsif buat menghentikan upaya akses secara tanpa hak tersebut.

c. BRI life saat ini sedang melakukan pemeriksaan mendalam terhadap keamanan sistem elektronik nan mereka kelola dengan menggandeng Konsultan Forensik Digital dan Tim Internal BRI Life.

d. BRI Life akan segera menyampaikan temuan-temuan hasil pemeriksaan nan dilakukan kepada pihak-pihak terkait sesuai dengan instruksi Undang-Undang.

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan, Kementerian Kominfo akan menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut dengan melakukan komunikasi intensif dengan BRI Life. ”Juga memberikan pendampingan terhadap upaya BRI Life dalam mengamankan sistem maupun tata kelola data nan eksis,” ujarnya.

Menurut Pasal 35 Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik (PP 71/2019), Kementerian Kominfo memang berwenang melakukan pemeriksaan terhadap penyelenggaraan Sistem Elektronik.

Seperti dilansir dari Antara, upaya ini dilakukan dalam koordinasi seiring BSSN sebagai Lembaga nan mempunyai kewenangan menyusun kebijakan keamanan sistem elektronik sebagaimana diatur oleh Pasal 24 PP 71/2019.

Koordinasi juga dilakukan seiring dengan Polri sebagai otoritas penegak hukum tindak pidana ITE, sesuai instruksi UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah oleh UU No. 19 Tahun 2016.

Berdasarkan landasan hukum tersebut, Kementerian Kominfo akan lanjut berkoordinasi dengan BSSN dan Polri buat penanganan lebih lanjut terhadap dugaan kebocoran data pribadi ini.

Sebelumnya, Pegiat Media Sosial (Medsos) Darmansyah meminta agar BSSN dan Kominfo turun segera menyelidiki penyebab kebocoran data nasabah BRI Life. Sebab sistem perangkat teknologi nan dimiliki kedua lembaga tersebut sangat canggih. Apalagi kasus bocornya data pribadi selalu berulang.

“BSSN dan Kominfo harus turut menyelidiki penyebab kebocoran data pribadi,” tegasnya.

(DRM)

Referensi: techno.okezone.com

banner 336x280
banner 120x600
  • Share