Menu
Situs Panduan dan Solusi Terkini

Kata Para Ahli Kripto Soal Nasib Bitcoin Saat Ini

  • Share
banner 468x60

Carabila.com, Jakarta – Sentimen negatif tetap lanjut menyelimuti Bitcoin dan aset kripto lain. Hal ini membikin pergerakan pasar cenderung stagnan dan mengalami penurunan, sehingga menimbulkan soal apakah masa kenaikan atau bullish Bitcoin sudah berakhir?

banner 336x280

Menjawab hal tersebut, Coinvestasi mengadakan Coinfest Id buat mengupas kondisi pasar kripto saat ini. Sejumlah narasumber nan mengisi acara merupakan pakar di bidang kripto, seperti CEO TRIV Gabriel Rey, CPO PINTU Anthony Thio, Co-Founder Zipmex Raymond Thio dan Founder Evolution Trading Kurnia Bijaksana.

Terkait hal ini, CEO Triv Gabriel Rey menuturkan buat menentukan istilah nan pas saat ini tak memperoleh diputuskan sembarangan. Ia mengatakan setidaknya eksis empat pendekatan nan perlu dilakukan seperti sentimen pasar, ketertarikan institusi, volume exchange dan on-chain, termasuk analisis teknikal.

Adapun Peak Bull Run menurut data on-chain menunjukkan pergerakan Bitcoin nan terjadi pada blockchain-nya memperlihatkan bull-run pada Desember 2017 tiba Januari 2018. Saat itu terjadi perpindahan Bitcoin sebesar USD 200 miliar.

Sementara pada Bull-Run periode April hingga Mei 2021 terjadi perpindahan nilai Bitcoin sebesar USD 450 miliar berdasarkan data on-chain. Kenaikan ini terjadi sebesar 2,25 kali dibanding bull-run sebelumnya.

Peak bull run memperoleh dilihat terjadi pada April dan Mei, setelah itu terlihat turun dan tetap belum terlihat kembali naik, kemudian aktivitas retail pun terpantau turun,” tutur Gabriel menjelaskan.

Untuk itu, ia menuturkan sentimen pasar kripto saat ini tetap dipenuhi info negatif. Kondisi ini membikin jumlah investor dan pencarian kripto di Google termasuk cuitan di Twitter terkait aset kripto mengalami penurunan.

CPO PINTU Anthony pun juga mengatakan hal serupa. Ia mengatakan Bitcoin saat ini memang sedang dalam fase koreksi karena banyak ritel sedang mengambil untung dan miner China terkait aturan tegas dari pemerintahnya terkait kegiatan mining.

“Meski begitu perlu dilihat kalau 2020 Bitcoin mengalami kenaikan nan sangat pesat karena institusi nan mulai masuk, meski koreksi adopsi aset ini pun meningkat terutama di Amerika,” tuturnya menjelaskan.

Referensi: www.liputan6.com

banner 336x280
banner 120x600
  • Share