Menu
Situs Panduan dan Solusi Terkini

Kisah Ben & Jerry’s, Perusahaan Es Krim nan Berani Memboikot Israel

  • Share
banner 468x60

loading…

banner 336x280

Ben Cohen (kiri) dan Jerry Greenfield pendiri perusahaan es krim Ben & Jerrys nan menantang Isreal. Foto: AP/Patrick Semansky

ISRAEL – Pada 19 Juli 2021, Ben & Jerry’s mencuit sesuatu nan menghebohkan di Twitter. Mereka berbicara akan berhenti menjual es krim di daerah pemukiman Israel di Teluk Barat dan Yarusalem Timur.

Wilayah itu lazim disebut dengan Occupied Palestinian Territory (OPT). Saat ini, eksis 4,5 juta penduduk Palestina tinggal disana (2,7 juta di Teluk Barat dan 1,8 juta di Gaza).

BACA JUGA: Mengapa Xiaomi Merilis Laptop Murah RedmiBook 15 di Indonesia?

Teluk Barat dan Yarusalem Timur saat ini memang eksis dibawah kendali Israel sejak 1967. Lebih dari 600 ribu penduduk Yahudi tinggal di 140 pemukiman disana. Berlahan, lanjut menggeser daerah dan keberadaan penduduk Palestina. Pemukiman itu tak absah menurut hukum dunia. Tapi, Israel tak acuh dan lanjut membangun pemukiman baru hingga sekarang.

Ben & Jerry’s mengatakan bahwa mereka tak mau lagi menjual produk es krim mereka di daerah pemukiman Israel atau OPT. Alasannya, karena dianggap “tak sesuai dengan nilai nan dijunjung perusahaan,”.

Tentu saja hal ini membikin heboh bumi. Mengapa Ben & Jerry’s berani mengambil langkah nan sangat nekad ini? Apalagi, Ben & Jerry’s nan didirikan sejak 1978, di Vermont, Amerika itu berada di bawah kendali Unilever. Nah, nan menarik ialah memandang respon bumi terhadap langkah Ben & Jerry’s ini.

Ancaman Pemerintah Israel
Langkah pemboikotan Ben & Jerry’s rupanya benar-benar membikin pemerintah Israel mencak-mencak.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menyebut Ben & Jerry’s melakukan dua kesalahan fatal: kesalahan secara moral dan kesalahan secara finansial.

”Pemboikotan terhadap Israel ini tak sukses, dan tak akan sukses. Kami akan melawan dengan sekuat tenaga,” ungka Bennett.

Menteri Luar Negeri Yair Lapid menyebut langkah Ben & Jerry’s memalukan. Yair juga menuduh Ben & Jerry’s mendukung gerakan anti-Semitisme dan gerakan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS).

Anti semitisme ialah sikap permusuhan atau prasangka terhadap kaum Yahudi. Sementara BDS ialah kampanye dunia nan menekan Israel dari segi ekonomi dan politik agar mau mematuhi tujuan gerakan ini: mengakhiri pendudukan dan kolonisasi Israel terhadap tanah Palestina.

Menurut Yair, saat ini sudah lebih dari 30 negara bagian di Amerika sudah meloloskan undang-undang anti-BDS dalam beberapa tahun terakhir. ”Saya berencana meminta masing-masing negara bagian buat menegakkan undang-undang ini terhadap Ben & Jerry’s,” ancamnya.

Artinya, akbar kemungkinan Ben & Jerry’s akan mendapat masalah akbar. Terutama ketika ia dianggap melanggar undang-undang anti-BDS di 30 negara bagian Amerika Serikat itu.

Apalagi Pemerintah Joe Biden pun juga anti terhadap gerakan BDS.

Referensi: tekno.sindonews.com

banner 336x280
banner 120x600
  • Share