Menu
Situs Panduan dan Solusi Terkini

Kominfo-BRI Life Segera Tangani Dugaan Data Bocor : Carabila techno

  • Share
banner 468x60

RUPANYA Kementerian Komunikasi dan Informatika seiring BRI Life saat ini sedang menangani dugaan data nasabah nan rembes serta diperdagangkan di situs gelap (dark web).

banner 336x280

“Kementerian Kominfo akan menindaklanjuti hasil pertemuan dengan melakukan komunikasi intensif dengan BRI Life dan memberikan pendampingan terhadap upaya BRI Life dalam mengamankan sistem maupun tata kelola data nan eksis,” kata juru bicara Kominfo, Dedy Permadi semalam.

Seperti dilansir dari Antara, Kominfo juga berjumpa direksi PT Asuransi BRI Life siang ini, bagian dari penyelidikan dugaan data nasabah rembes.

 data rembes

Pemanggilan ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, bahwa Kominfo berwenang mengadakan pemeriksaan terhadap penyelenggaraan sistem elektronik

Dari pertemuan tersebut, terungkap bahwa eksis dugaan celah keamanan di sistem elektronik BRI Life nan disalahgunakan.

BRI, menurut Kominfo, sudah merespons dugaan tersebut dengan menutup akses. Saat ini BRI Life sedang menyelidiki lebih dalam keamanan sistem elektronik nan mereka kelola, melibatkan tim internal BRI Life dan konsultan forensik digital.

BRI Life akan menyampaikan temuan berdasarkan hasil pemeriksaan, sesuai dengan aturan nan tercantum di undang-undang.

Kominfo, berdasarkan PP Nomor 71 Tahun 2019 dan Undan-Undang Transaksi Elektronik, berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara serta Polri buat menangani kasus ini.

Data berukuran 250 GB diperjualbelikan di situs gelap, peretas mengklaim data nan diperjualbelikan merupakan data nasabah asuransi BRI Life.

Data tersebut berisi kartu identitas, kartu keluarga, nomor harus pajak, foto kitab tabungan, akta lahir, akta mortalitas, surat perjanjian, bukti transfer, bukti keuangan dan surat keterangan kondisi kesehatan.

Data nan dijual diduga milik 2.000.000 orang, 463.000 arsip, dijual seharga 7.000 dolar Amerika Serikat di situs RaidForums.

Sampel data nan dicuitkan oleh akun Twitter @UnderTheBreach berisi foto KTP dan surat keterangan kesehatan dari klinik kesehatan.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri juga sedang menangani kasus ini.

Sementara itu, Pegiat Media Sosial (medsos) Darmansyah mengatakan, data pribadi nan rembes kali ini menimpa BRI Life, memperoleh jadi lantaran lemahnya sistem keamanan data nan mereka miliki.

Oleh karena itu, harusnya setiap bank mempunyai perangkat nan sangat canggih buat melindungi data nasabahnya agar tak rembes.

“Namun kalau data nasabah selalu berulang terjadi kebocoran, berarti perangkat data nan dimiliki oleh BRI Life belum terlalu canggih,” tegasnya.

Darmansyah menyebut, pihak nan harus bertanggung jawab dalam kebocoran data nasabah ialah tim IT dari BRI Life.

“Kalau menyangkut perangkat data, dikelola oleh tim IT. Jadi nan bertanggung jawab ketua sistem data itu atau atasannya,” paparnya.

Darmansyah pun meminta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kominfo turun segera menyelidiki penyebab kebocoran data nasabah BRI Life. Sebab sistem perangkat teknologi nan dimiliki kedua lembaga tersebut sangat canggih. Apalagi kasus bocornya data pribadi selalu berulang.

“BSSN dan Kominfo harus turut menyelidiki penyebab kebocoran data pribadi,” tegasnya.

(DRM)

Referensi: techno.okezone.com

banner 336x280
banner 120x600
  • Share