Menu
Situs Panduan dan Solusi Terkini

Lembaga CISSRec Sarankan Pejabat RI Tinggalkan WhatsApp, Ini Alasannya

  • Share
banner 468x60

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

banner 336x280

Carabila.com, JAKARTA – Aksi spyware Pegasus nan dikembangkan sebuah perusahaan usul Israel NSO Group, membikin heboh bumi maya.

Bagaimana tak, akibat tindakan itu beberapa petinggi negara telah menjadi korban kejahatan siber Pegasus salah satunya presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Macron pun geram dan meminta pertanggung jawaban kepada Israel terkait spyware nan menimpa dirinya dan beberapa pejabat tinggi Prancis.

Spyware Pegasus juga diprediksi akan mengintai banyak negara melalui penggunaan sistem operasi dan aplikasi nan tersedia di platform Android dan iOS.

Aplikasi WhatsApp pun menjadi sasaran empuk Pegasus dan telah terlibat dalam pembocoran percakapan sejumlah pejabat negara.

Baca juga: Saat Presiden Prancis Desak Israel Gegara Spyware, Bagaimana dan Apa Itu Serangan Siber Pegasus?

Lembaga Communications and Information System Security Research Center (CISSrec), bahkan menyarankan agar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar tak menggunakan aplikasi WhatsApp.

Hal ini sebagai bentuk antisipasi karena sasaran serangan Pegasus saat ini mengincar sejumlah kepala negara dan pejabat pemerintah di berbagai negara.

“Presiden Jokowi dan para pejabat krusial negara harus waspada, disarankan tak lagi memakai Whatsapp karena menjadi pintu masuk serangan Pegasus,” kata pakar keamanan siber dari Lembaga CISSRec, Pratama Persadha, dalam keterangannya, Senin (26/7/2021).

Pratama menjelaskan bahwa langkah kerja Pegasus terbilang senyap dan cenderung susah terdeteksi. Spyware jenis ini akan masuk ke sistem keamanan ponsel dan mengumpulkan seluruh data ponsel buat dikirimkan pada server pengirim malware.

Baca juga: India Dituduh Pakai Spyware Pegasus Israel ke Pengkritik Pemerintah



Referensi: www.tribunnews.com

banner 336x280
banner 120x600
  • Share