Menu
Situs Panduan dan Solusi Terkini

Pandemi! Pembelajaran Adaptif, Kunci Masa Depan Pendidikan Indonesia

  • Share
banner 468x60

loading…

banner 336x280

ilustrasi kebijakan belajar online di tengah pandemi. FOTO/ IST

JAKARTA – Kembangan sistem pendidikan nan lebih bagus. Setiap siswa di kelas mempunyai kemampuan nan berbeda-beda, sehingga dibutuhkan pendekatan spesifik buat memperoleh memaksimalkan potensi mereka masing-masing. Namun, karena keterbatasan sumber daya, materi pelajaran tak memperoleh diberikan mengikuti kemampuan masing-masing siswa nan eksis di kelas.

Kini, kecanggihan teknologi sukses menghadirkan sistem baru nan lebih bagus, merupakan pembelajaran adaptif (adaptive learning). Metode ini memungkinkan materi pelajaran dipersonalisasi atau dirancang spesifik sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa, buat memfasilitasi tingkat pemahaman dan pengetahuan mereka nan berbeda-beda. Sistem pembelajaran adaptif ini memperoleh menjadi solusi bagi masa ambang pendidikan Indonesia, karena setiap siswa memperoleh berkembang dan belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya sendiri. BACA JUGA – Air Laut Pasifik Mendidih, Rebus Jutaan Ikan Salmon

Secara dunia, penerapan metode pembelajaran adaptif semakin meluas. Salah esa contoh nan dekat dengan kehidupan sehari-hari ialah aplikasi latihan bahasa, Duolingo. Duolingo memungkinkan setiap pengguna buat memecahkan soal latihan dan mempelajari level bahasa baru, sesuai dengan tingkat pemahaman mereka. Berkat kecanggihan pembelajaran adaptif ini, Duolingo menjadi salah esa aplikasi pelatihan bahasa nan paling terkenal, dengan total 500 juta pengguna dunia.

Di Indonesia sendiri, penerapan pembelajaran adaptif digarap secara serius oleh Zenius. Sebagai pionir di bidang teknologi edukasi (edtech), Zenius menjadi edtech pertama di sektor K12 nan mengadopsi metode pembelajaran adaptif sejak awal Juli 2021 melalui fitur terbarunya, ZenCore. ZenCore menyediakan materi dan pelatihan adaptif buat mengembangkan keterampilan fundamental pengguna.

Di dalamnya terdapat dua fitur primer, merupakan CorePractice, loka latihan dengan ratusan ribu soal latihan dari 3 unit konsentrasi primer, adalah logika verbal, matematika, dan Bahasa Inggris. Sementara CoreInsight menyediakan berbagai pengetahuan nan insightful seperti filsafat, basic sciences, dan big history, nan memperoleh digunakan buat mendukung dan memperluas wawasan dan pandangperspektif pandang pengguna.

“Sejalan dengan misi primer Zenius, merupakan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kegiatan belajar, kehadiran fitur ZenCore diharapkan memperoleh membikin proses belajar menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Kami optimis bahwa penggunaan teknik pembelajaran adaptif memperoleh menjadi stimulus positif dalam sistem pendidikan Indonesia dan memperoleh menjadi solusi buat menerapkan pembelajaran personal secara masif, sehingga memperoleh merangsang minat dan motivasi belajar para siswa khususnya, dan masyarakat pada umumnya,” ungkap Sabda PS, Founder dan Chief Education Officer Zenius dalam keterangan persnya di Jakarta Jumat (30/7/2021).

Untuk membuka akses belajar seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia, fitur ZenCore memperoleh dimanfaatkan secara gratis oleh siapa saja. Peluncuran fitur baru ini telah mendapatkan sambutan positif, dimana tercatat lebih dari 65 ribu pengguna telah mencoba ZenCore dalam masa kurang dari sebulan.

“Mayoritas pengguna ZenCore saat ini berasal dari kalangan profesional (non-pelajar), nan membuktikan bahwa proses belajar memperoleh dimulai dari mana saja, terlepas dari strata usia, latar belakang, atau profesi sekali pun”, tambah Sabda.

Berdasarkan data Zenius, ketertarikan pengguna kurang lebih merata pada ketiga mata pelajaran, adalah matematika, Bahasa Inggris, dan logika verbal. Sistem ZenCore sendiri dirancang dengan konsep gamifikasi, dimana setiap level mewakili tingkat penguasaan (mastery) dalam suatu mata pelajaran.

Pengguna nan mau mengasah keterampilan fundamental mereka memperoleh mencoba buat menyelesaikan 100 level nan eksis pada ZenCore, dengan lebih dari 200 ribu varian soal nan tersedia. Semenjak peluncurannya, baru 10 pengguna Zenius nan tercatat bisa meraih level tersebut.

Referensi: tekno.sindonews.com

banner 336x280
banner 120x600
  • Share