Menu
Situs Panduan dan Solusi Terkini

Pariwisata ke Luar Angkasa, Ajang Pamer Segelintir Orang Tajir Dunia? : Carabila techno

  • Share
banner 468x60

MENURUT sebagian orang, bangkitnya pariwisata ke luar angkasa alias antariksa komersial dianggap sebagai sebuah pamer kekayaan dan kekuasaan di bumi.

banner 336x280

Di tengah beberapa krisis dunia seperti perubahan iklim dan pandemi COVID-19, para miliarder malah menghambur-menghamburkan duit mereka dalam perjalanan ke tepian luar angkasa buat bersenang-senang.

Kritik makin deras mengalir saat pendiri Amazon Jeff Bezos mengatakan kepada wartawan, usai dirinya sukses melakukan perjalanan wisata ke tepian antariksa pekan lampau, bahwa sudah banyak orang nan sudah membayar buat antre wisata ke ruang angkasa.

Tetapi kritik tak akan menghalangi Bezos dan orang tajir lainnya buat terbang ke luar angkasa. Wisata luar angkasa sekarang menjadi realita bagi orang-orang nan bisa membelinya dan itu akan berdampak bagi seluruh orang di Bumi.

Faktanya, seluruh tanda menunjukkan bahwa pasar buat perjalanan ini sudah cukup akbar sehingga akan lanjut terjadi.

Perusahaan penerbangan antariksa milik Jeff Bezos, Blue Origin, sudah mempunyai dua perjalanan lagi nan dijadwalkan akhir tahun ini.

 virgin galactic

Sementara Virgin Galactic, perusahaan antariksa nan didirikan oleh miliarder Richard Branson, mempunyai setidaknya 600 orang nan masing-masing telah membayar sekeliling Rp3,6 miliar buat tiket naik pesawat luar angkasanya.

Hanya melewati batas antara luar angkasa dan Bumi, penumpang memperoleh memandang sekilas planet kita nan disandingkan dengan ruang angkasa nan tak diketahui.

Jika seorang penumpang naik penerbangan Virgin Galactic, mereka akan melesat naik sekeliling 85 km di atas permukaan bahari.

Penunggang Blue Origin akan naik sedikit lebih tinggi, sekeliling 99 km di atas permukaan bahari dan melewati garis Kármán, batas nan diakui secara dunia antara Bumi dan luar angkasa. Secara keseluruhan, pengalaman di kedua penerbangan cukup mirip.

Pemandangannya dimaksudkan buat membikin kagum, dan pengalaman itu bahkan mempunyai namanya sendiri: Overview Effect, Efek Ikhtisar.

“​​Ketika Anda memandang Bumi dari ketinggian itu, itu mengubah perspektif Anda tentang berbagai hal dan bagaimana kita saling berhubungan dan bagaimana kita menyia-nyiakannya di Bumi ini,” kata Wendy Whitman Cobb, seorang profesor di Sekolah Tinggi Udara dan Luar Angkasa Angkatan Udara AS Studi, dikutip dari Vox.com pada Senin.

Keuntungan lain dari perjalanan ini ialah wisatawan luar angkasa akan merasakan beberapa menit gaya berat mikro, adalah saat gravitasi terasa sangat lemah. Itu akan memberi mereka kesempatan buat memantul di sekeliling pesawat ruang angkasa tanpa bobot sebelum kembali ke Bumi.

Tetapi penerbangan Blue Origin dan Virgin Galactic relatif cepat — masing-masing hanya terbang sekeliling 10 dan 90 menit.

Penerbangan wisata luar angkasa lainnya dari SpaceX, perusahaan luar angkasa nan didirikan oleh Elon Musk, akan menawarkan lebih banyak hal.

Musim gugur ini, miliarder Jared Isaacman, nan mendirikan perusahaan Shift4 Payments, akan menjadi pilot penerbangan sipil pertama SpaceX, Inspiration4, nan akan menghabiskan beberapa hari di orbit di sekeliling Bumi. Di tahun-tahun mendatang, perusahaan juga telah merencanakan misi pribadi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, serta perjalanan keliling bulan.

Perjalanan antariksa dimaksudkan buat dinikmati oleh para kutu kitab luar angkasa nan mendambakan menjadi astronot. Tapi eksis dalih lain orang kaya mau pergi ke luar angkasa: menunjukkan eksklusivitas dan konsumsi nan mencolok.

Lebih dari beberapa orang bisa melakukan perjalanan ke Venesia atau Maladewa. Tapi berapa banyak orang nan cukup istimewa buat melakukan perjalanan ke luar angkasa?

“Cara pamer nan bagus akhir-akhir ini daripada memposting gambar di Instagram dari luar angkasa,” kata Sridhar Tayur, seorang profesor bisnis Carnegie Mellon, mengatakan kepada Recode.

Apakah eksis tujuan sain dari pariwisata antariksa atau hanya pelesir?

Saat ini, penerbangan wisata antariksa dari Virgin Galactic dan Blue Origin baru mencapai ruang suborbital, artinya penerbangan masuk ke luar angkasa tetapi tak memasuki orbit di sekeliling Bumi. Secara ilmiah, itu bukan batas baru.

Seperti dilansir dari Antara, meskipun penerbangan saat ini menggunakan teknologi baru, penerbangan suborbital dengan orang sudah pernah dilakukan oleh NASA pada awal 1960-an, Matthew Hersch, seorang sejarawan teknologi di Harvard, mengatakan kepada Recode.

Saat ini, tak jernih apakah perjalanan ini akan memberikan wawasan baru nan akbar kepada para ilmuwan, tetapi mereka mungkin memberikan informasi nan memperoleh digunakan di masa ambang buat eksplorasi ruang angkasa.

(DRM)

Referensi: techno.okezone.com

banner 336x280
banner 120x600
  • Share