Menu
Situs Panduan dan Solusi Terkini

Pegasus Spyware Buatan Israel, Meresahkan Para Presiden dan Raja : Carabila techno

  • Share
banner 468x60

PEGASUS belakangan ini menjadi perbincangan masyarakat bumi, termasuk kalangan atas. Bahkan, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengganti ponsel beserta nomornya setelah adanya kecurigaan bahwa dirinya dan para menteri menjadi sasaran perangkat pengintai (spyware) ini.

banner 336x280

Seperti dilansir dari Antara, Juru Bicara Pemerintah Prancis Gabriel Attal kepada radio France-Inter mengatakan, Macron menganggap masalah ini sangat serius.

 Macron

Bahkan, Presiden Prancis ini mengadakan pertemuan darurat buat membahas keamanan siber dan kemungkinan langkah pemerintah selanjutnya di Istana Élysée.

Dikutip dari France 24, Presiden Prancis menuntut penguatan seluruh protokol keamanan terkait dengan sarana komunikasi nan sensitif.

Berdasarkan laporan Amnesty Internasional, tak hanya Macron, sejumlah presiden, perdana menteri, dan raja juga menjadi sasaran dari malware buatan NSO, perusahaan teknologi Israel.

Hal ini pun menjadi perhatian Lembaga Riset Siber Indonesia Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) nan dipimpin Dr. Pratama Persadha.

Lembaga riset ini mengungkapkan laporan dari Amnesty International dan Citizen Lab menyusul dugaan kebocoran data pada 50.000 sasaran potensial instrumen mata-mata Pegasus NSO.

Target tersebut termasuk 10 perdana menteri, tiga presiden, dan seorang raja. Sebelumnya, juga ramai diberitakan bahwa Jamal Kashogi, jurnalis Saudi, nan meninggal bumi juga menjadi sasaran Pegasus.

Pegasus merupakan malware berbahaya nan memperoleh masuk ke gawai seseorang dan melakukan kegiatan surveillance atau mata-mata.

Pegasus sebenarnya merupakan sebuah trojan (jenis malware) nan begitu masuk ke dalam sistem sasaran memperoleh membuka “pintu” bagi penyerang buat memperoleh mengambil informasi nan berada dalam sistem sasaran. Lebih spesifik boleh dikatakan bahwa Pegasus ialah sebuah spyware.

Malware seperti ini, menurut pakar keamanan siber Pratama Persadha, banyak dijual bebas di pasaran, bahkan eksis beberapa nan memperoleh didapatkan dengan gratis.

Adapun nan membedakan ialah teknik atau metode nan digunakan agar malware tersebut buat memperoleh menginfeksi korban, serta teknik buat menyembunyikan diri agar tak memperoleh terdeteksi oleh antivirus maupun peralatan security dan juga teknik agar tak memperoleh di-tracking.

Saat ini sangat susah buat menghindari kemungkinan serangan malware. Pegasus sendiri hanya membutuhkan nomor telepon sasaran. Ponsel memperoleh jadi terhindar dari Pegasus kalau nomor nan digunakan tak diketahui oleh orang lain.

Teknik nan digunakan oleh Pegasus ini disebut dengan remote exploit dengan menggunakan zero day attack atau suatu metode serangan nan memanfaatkan lubang keamanan nan tak diketahui, bahkan oleh si pembuat sistem sendiri.

(DRM)

Referensi: techno.okezone.com

banner 336x280
banner 120x600
  • Share