Menu
Situs Panduan dan Solusi Terkini

Pemerintah Bikin Lomba TikTok, Ajak Anak Muda Tangkal Hoaks

  • Share
banner 468x60

Jakarta

banner 336x280

Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) seiring Kemendikbud dan Kemenkominfo menyelenggarakan kompetisi TikTok #CeritaSalingBantu. Adapun kompetisi ini digelar dalam rangka mengomunikasikan risiko pandemi terhadap kalangan belia sekaligus menangkal hoaks.

Tenaga Ahli Menkominfo Donny BU menilai pandemi COVID-19 merupakan kejadian luar normal sehingga perlu diatasi dengan kolaborasi sebagaimana semangat gotong royong dan kolaborasi sudah tertanam dalam diri masyarakat Indonesia bahkan sejak bangsa ini berdiri.

“Dulu perjuangan bangsa ini menggunakan bambu runcing, saat ini bambu runcing itu berupa gadget buat melakukan perjuangan seiring buat membangun Indonesia menjadi lebih bagus dan melawan musuh seiring adalah pandemi COVID-19 dan mengatasi hoax atau disinformasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/7/2021).

Menurutnya, hoaks tak boleh dianggap remeh. Sebab keberadaan hoax tak hanya memperlambat pemulihan ekonomi, tapi juga memperoleh menggagalkan penanganan COVID-19 secara keseluruhan.

Donny bersyukur kolaborasi ini mendapat dukungan penuh dari banyak pihak. Beberapa di antaranya Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Prof Nizam serta Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI Prof. Fatma Lestari nan ikut membantu melakukan komunikasi digital serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

Lebih lanjut Donny menjelaskan saat ini tercatat eksis 202 juta pengguna internet di Indonesia atau sekeliling 70 persen dari seluruh populasi. Angka ini disebutnya sama dengan sasaran herd immunity nan mau dicapai lewat program vaksinasi. Tentunya kalau jumlah tersebut memperoleh diperjuangkan agar taat prokes, mau divaksin ketika vaksin siap, dan melawan hoaks.

“Salah satunya dengan kampanye menarik menggunakan TikTok atau media sosial lagi, mudah-mudahan Indonesia memperoleh bangkit dan pulih,” tuturnya.

Sementara itu, Dirjen Kemendikbud Ristek, Prof Nizam optimis apabila seluruh masyarakat sadar dan acuh buat selalu menjaga protokol kesehatan maka Indonesia memperoleh segera keluar dari pandemi.

“Kita mengajak insan Dikti buat berkarya konkret dalam bentuk ciptaan nan memperoleh menginspirasi kita seluruh buat seiring mengatasi pandemi sehingga kita memperoleh keluar dari kondisi nan tak mengenakan saat ini,” katanya.

Di sisi lain, Guru Besar FKM UI Prof. Fatma Lestari menyambut bagus kolaborasi multidisiplin antara KPCPEN dengan Kemendikbud dan Kemenkominfo. Ia menilai kolaborasi ini krusial mengingat pandemi COVID-19 nan menjadi tantangan akbar bagi bangsa Indonesia.

“Karena baru pendeminya, dengan situasi berkembang dan tantangan semakin tinggi,” ujar Prof. Fatma.

Dia juga mengapresiasi gelaran kompetisi TikTok. Diungkapkannya di masa pandemi flu Spanyol langkah komunikasi risikonya terbilang aneh karena menggunakan wayang, dan kini beralih menggunakan TikTok, dengan menyesuaikan masa dan zamannya.

“Ide ini amat bagus pendekatan baru. Melibatkan anak belia, mahasiswa, pelajar SMA buat menceritakan apa nan menjadi pengalaman dalam membantu penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional,” tandasnya.

Pada kesempatan nan sama, Project Officer Tim Edukasi dan Informasi RECON Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 1 Danar Arif Ramadhan menambahkan kontribusi anak belia diperlukan dalam upaya penanganan COVID-19. Utamanya buat mengedukasi masyarakat dengan konten di TikTok.

“Ceritakan bagaimana anak belia memperoleh ambil peran dalam membantu di masa pandemi. Pendaftaran lomba dan upload hasil karya 25 Juli 5 Agustus, seleksi 6-8 Agustus 2021, pengumuman nan diadakan di Simposium Merdeka Belajar,” pungkasnya.

(ncm/ega)

Referensi: news.detak.com

banner 336x280
banner 120x600
  • Share