Menu
Situs Panduan dan Solusi Terkini

Pusat Gempa Pacitan Malam Tadi Dekat dengan Pemicu Lindu Besar di 1937

  • Share
banner 468x60

Carabila.com – Gempa Pacitan dengan magnitudo 5,0 pada Selasa malam (27/7/2021) mempunyai episentrum nan dekat dengan pemicu gempa akbar dan merusak pada 1937 silam, demikian dikatakan Koordinator Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono.

banner 336x280

“Lokasi sumber gempa Pacitan tadi malam sangat menarik karena berdekatan dengan sumber gempa akbar nan merusak Pulau Jawa pada 27 September 1937,” kata Daryono di Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Dia menjelaskan dalam katalog sejarah gempa Jawa, pada 1937 terjadi gempa akbar dengan dampak kerusakan mencapai skala intensitas VII-IX di Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah hingga menyebabkan 2.200 griya roboh dan beberapa orang meninggal.

Episenter gempa nan terjadi 84 tahun lampau itu terletak di bahari pada jarak sekeliling 113 km arah barat daya Kota Pacitan dengan guncangan terjauh dirasakan hingga Pulau Lombok.

Baca Juga:
Semalam Gempa Berkekuatan 5,2 Guncang Wilayah Selatan Jawa Timur

Sementara gempa pada Selasa malam, sekeliling pukul 23.21 WIB, episentrumnya di lautan, sekeliling 94 kilometer arah selatan Kota Pacitan.

Daryono menjelaskan gempa nan mengguncang Pacitan pada Selasa malam itu, merupakan gempa kedalaman menengah akibat adanya deformasi batuan pada slab Lempeng Indo-Australia nan tersubduksi di selatan Jawa.

Tepatnya di area transisi antara area sumber gempa megathrust dan area Benioff dengan mekanisme sumber menunjukkan pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan gempa paling kuat dirasakan di Pacitan mencapai skala intensitas III-IV MMI adalah bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam griya, guncangan juga dirasakan di Nganjuk, Karangkates, Blitar, Trenggalek dan Tulungagung III MMI adalah getaran dirasakan konkret dalam griya. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu.

Gempa itu dirasakan juga di Kepanjen, Kendal, Madiun dan Gunung Kidul pada skala II MMI di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang, barang-barang ringan nan digantung bergoyang.

Baca Juga:
Gempa Sulteng Bermagnitudo 6,3 Tak Berkaitan dengan Aktivitas Gunung Colo

“Hingga pagi ini belum eksis laporan terkait dampak kerusakan nan ditimbulkan oleh kejadian gempa tersebut dan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tak berpotensi tsunami. Hasil monitoring BMKG belum terjadi aktivitas gempa susulan (aftershock),” kata Daryono. [Antara]



Referensi: www.bunyi.com

banner 336x280
banner 120x600
  • Share