Menu
Situs Panduan dan Solusi Terkini

Spyware Pegasus Asal Israel Masih Menggila, Pengamat Beri Tips Terhindar dari Serangan Siber Ini

  • Share
banner 468x60

Carabila.com, JAKARTA – Spyware Pegasus dari Perusahan NSO Group usul Israel kerap menargetkan aktivis, politikus, jurnalis, dan sejumlah pejabat negara di seluruh bumi.

banner 336x280

Sebelumnya bos Amazon, Jeff Bezos menjadi korban spyware Pegasus setelah percakapan WhatsApp antara dirinya dengan Pangeran Saudi Mohammed bin Salman rembes gegara spyware Pegasus.

Berselang beberapa masa kemudian, giliran Presiden Prancis, Emmanuel Macron nan menjadi korban spyware Pegasus hingga ia seiring pejabat di kabinetnya mengganti ponselnya.

Baca juga: Ini Bahaya Pegasus hingga Sarankan Pejabat Negara Tingkatkan Multi Proteksi Siber

Pengamat siber dari CISSReC, Pratama Persadha mengimbau meski sasaran spyware Pegasus tak menargetkan kalangan sipil, langkah antisipasi perlu dilakukan.

Terutama mereka nan berprofesi sebagai jurnalis dan aktivis nan mempunyai risiko pengintaian, kunci pengamanan eksis di nomor ponsel.

“Meski masyarakat normal tak akan pernah menjadi sasaran pegasus, eksis baiknya kita perlu menjaga data pribadi ponsel. Imbauan ini di antaranya perlu adanya perlindungan spesifik pada nomor ponsel para pejabat tinggi negara nan rawan menjadi sasaran spionase asing. Adapaun aktivis dan jurnalis  perlu juga mewaspadai seluruh aktivitas mencurigakan di ponsel, karena di timur tengah banyak nan menjadi sasaran ialah aktivis HAM dan demokrasi,” katanya kepada Tribunnews.com, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Asosiasi Media Siber Indonesia Bentuk Crisis Center Covid-19 buat Pekerja Media

Selain itu, langkah antisipasi juga harus dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Intelijen Negara, dan Badan Siber dan Sandi Negara berupa edukasi kepada seluruh pihak.

Potensi bahaya spyware ini harus disosialisasikan terutama di lingkungan pemerintahan dan pertahanan negara.

“Harus eksis sinergitas dari Kominfo, BIN, dan BSSN misalnya dalam bentuk edukasi menyeluruh kepada seluruh pihak nan rawan menjadi sasaran Pegasus. Contoh, tahun lampau beberapa email diplomat tanah air menjadi sasaran malware body aria nan menurut BIN berasal dari hacker Tiongkok. Selain itu, data pribadi sangat krusial dijaga oleh perseorangan nan rawan disasar Pegasus ialah nomor seluler primer nan dipakai buat WhatsApp,” pungkasnya.

Baca juga: Saat Presiden Prancis Desak Israel Gegara Spyware, Bagaimana dan Apa Itu Serangan Siber Pegasus?

Sebagai informasi, saat ini tokoh-tokoh krusial memang tetap menjadi sasaran primer dari Spyware Pegasus.

Namun, tak menutup kemungkinan hal nan sama juga akan menyerang masyarakat normal apabila tak eksis langkah perlindungan awal dalam mengamankan data pribadi di ponsel. 



Referensi: www.tribunnews.com

banner 336x280
banner 120x600
  • Share